EKONOMI MANAJERIAL
ANALISIS USAHA
Oleh:
Rhama
Chandra (104030022)
Wisnu
Pamungkas (104030031)
Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi Universitas
Pasundan Bandung
2013
1. PEMBAHASAN
Seorang wirausahawan muda yang akrab
dikenal dengan nama Peter Firmansyah, pria asal dari kota Sumedang 4 februari
1984 merintis usahanya di kota kembang Bandung. Tahukah anda dengan brand/merek
PETERSAYSDENIM?
Pria yang tumbuh besar dari keluarga
yang sempat dilanda krisis ekonomi. Namun hal tersebut tidak membuat Peter
menjadi patah semangat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Peter
percaya segala kerja kerasnya dan ketekunannya ia mampu merubah nasib.
Peter merintis usahanya sejak tahun
2008. tentu saja usahanya tersebut dibekali oleh segudang ilmu yang ia cari dan
peroleh di mana-mana. Tanpa mengenal rasa malu dan menyerah, Peter merintis
usahanya tersebut. Produk yang ia hasilkan pada awalnya celana berbahan jeans
denim
Pengalaman pahit kerap ia dapatkan saat
mulai merintis usahanya. Namun hal tersebut merupakan ajang cobaan bagi dirinya
sebagai godaan dalam merintis karir. Segala sesuatu tahapan dalam membuka usaha
untuk mencapai kesuksesan pasti sedikitnya selalu ada rintangan seperti itu.
Dengan pemikiran konsep pemasaran yang
dimiliki Peter, usahanya mampu menembus pasaran internasional. Tahukah kalau
PETERSAYSDENIM ini sudah menginjak internasional sampai bersaing dengan sponsor
dari brand/merek luar negeri seperti Macbeth, Gibson, Peavey, Fender, dll.
Kesuksesan yang telah diraih Peter selain
membuahkan hasil yang sangat maksimal, dirinya kerap mendapat cemoohan dari
pemilik brand/merek yang sebelumnya atau telah lama berdiri. Namun hal tersebut
ditanggapinya dengan santai, Peter mengaku bahwa dirinya telah mencapai sejauh
ini berkat kerja keras dan ketekunan dirinya. Apa yang ia jalani sudah terbayar
oleh pembelajaran dia dalam memulai merintis usahanya. Persaingan pasti ada di
mana-mana, namun ciri khaslah yang mampu meminimalisir persaingan tersebut.
2. ANALISIS INTERNAL - EKSTERNAL
2.1
Karakteristik
Usaha clothing yang pada awalnya di
fokuskan pada memproduksi celana berbahan jeans(denim) pada saat ini sudah
melakukan inovasi tambahan dengan memproduksi barang lain,seperti
kaos,jaket,tas dll.
Transaksi dapat dilakukan secara
offline dengan langsung mengunjungi store PeterSaysDenim (PSD) yang terletak di
Jl. Sidomulyo No. 25, namun bagi pelanggan yang berada diluar kota Bandung
dapat memanfaatkan fasilitas belanja online yang disediakan untuk mempermudah
transaksi.
Selling point dari produk
PeterSaysDenim: Produk ini sudah mengendorss band-band luar negeri seperti Silverstein dan Everytime I Die dan lainnya sehingga meningkatkan
nilai jual produk ini di dalam negeri. Dari beberapa konsumen pada awalnya
mengaaggap bahwa produk PSD ini adalah produk impor bukan produk lokal dari
Bandung.
2.2 Faktor Eksternal dan Internal
1. Faktor
Internal
-
Pemasaran
-
Penjualan
-
Pelayanan
-
Harga
2. Faktor
Eksternal
-
Keamanan
-
Selera Konsumen
-
Brand Image
2.
3 Antisipasi
Untuk mengatasi persaingan dengan
merk dari produk sejenis Peter melakukan inovasi dengan membuat produk yang
beda dari yang lainnya. Contohnya pada celana jeans memiliki pola jahitan yang
berbeda sesuai dengan musim produksinya,yaitu musim summer dan fall/winter
. Pada produk kaos atau jaket inovasi yang dilakukan berupa design
gambar dan tulisan yang lebih menarik. Untuk mensiasati barang tiruang (Kw) PSD
memberi tag khusus yang menandakan produk tersebut asli. Sehingga
konsumen dapat langsung membedakan mana produk yang asli dan mana produk tiruan
(Kw).
3. REVIEW TEORI
3.1 Internal
Teori Penawaran
Harga barang yang PSD jual naik maka
penawaran barang yang dilakukan oleh PSD pun meningkat. Untuk menarik
konsumen,PSD melakukan pemasaran atau promo yang lebih besar,sehingga minat
konsumen pun menjadi lebih tinggi tanpa terlalu memikirkan kenaikan harga yang
terjadi. Sehingga target penjualan tetap dapat tercapai.
3.2 Eksternal
Teori Permintaan
Selera konsumen yang menjadi target PSD
pada awalnya adalah konsumen yang berumur sekitar 15 – 25 tahun yang memiliki
ketertarikan terhadap musik dan band – band yang telah diendors oleh PSD itu
sendiri. Namun pada perkembangan sekarang ini tidak hanya konsumen yang menjadi
target tersebut yang menggunakan produk PSD ini tetapi menjadi semakin meluas
kepada konsumen yang lainnya.
5. Kesimpulan
PSD ini merupakan produk clothing yang
dibentuk untuk bersaing di internasional bukan untuk persaingan dalam negeri.
Hal ini dibuktikan dengan PSD lebih fokus dalam mengendors band-band diluar
negeri. Sehingga diharapkan para penggemar dari band tersebut akan membeli dan
menggunakan produk dari PSD,tujuan lainnya agar para konsumen dalam negeri
bangga menggunakan produk yang sudah dapat bersaing diluar negeri.
Target konsumen pada awal nya adalah
yang berumur sekitar 15 – 25 tahun. Namun pada perkembangannya konsumen PSD ini
tidak hanya yang berumur 15 – 25 tahun yang menyukai band-band yang diendors
oleh PSD tetapi lebih meluas lagi. Hal ini disebabkan Brand image yang tercipta
di masyarakat sudah semakin besar.
Inovasi yang dilakukan PSD berbeda
dengan inovasi yang dilakukan oleh produsen yang lainnya. Inovasi yang
dilakukan oleh PSD mengikuti movement dari Band atau acara music yang diendors
atau disponsori yang sedang terjadi dalam 1-2 bulan, sehingga produk yang
ditawarkan menjadi lebih bervariasi lagi.



