Rabu, 05 Juni 2013

Analisis Usaha PSD

EKONOMI MANAJERIAL
ANALISIS USAHA









Oleh:
Rhama Chandra          (104030022)
Wisnu Pamungkas       (104030031)

Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan Bandung
2013


1.       PEMBAHASAN
         Seorang wirausahawan muda yang akrab dikenal dengan nama Peter Firmansyah, pria asal dari kota Sumedang 4 februari 1984 merintis usahanya di kota kembang Bandung. Tahukah anda dengan brand/merek PETERSAYSDENIM?
         Pria yang tumbuh besar dari keluarga yang sempat dilanda krisis ekonomi. Namun hal tersebut tidak membuat Peter menjadi patah semangat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Peter percaya segala kerja kerasnya dan ketekunannya ia mampu merubah nasib.
         Peter merintis usahanya sejak tahun 2008. tentu saja usahanya tersebut dibekali oleh segudang ilmu yang ia cari dan peroleh di mana-mana. Tanpa mengenal rasa malu dan menyerah, Peter merintis usahanya tersebut. Produk yang ia hasilkan pada awalnya celana berbahan jeans denim
         Pengalaman pahit kerap ia dapatkan saat mulai merintis usahanya. Namun hal tersebut merupakan ajang cobaan bagi dirinya sebagai godaan dalam merintis karir. Segala sesuatu tahapan dalam membuka usaha untuk mencapai kesuksesan pasti sedikitnya selalu ada rintangan seperti itu.
         Dengan pemikiran konsep pemasaran yang dimiliki Peter, usahanya mampu menembus pasaran internasional. Tahukah kalau PETERSAYSDENIM ini sudah menginjak internasional sampai bersaing dengan sponsor dari brand/merek luar negeri seperti Macbeth, Gibson, Peavey, Fender, dll.
         Kesuksesan yang telah diraih Peter selain membuahkan hasil yang sangat maksimal, dirinya kerap mendapat cemoohan dari pemilik brand/merek yang sebelumnya atau telah lama berdiri. Namun hal tersebut ditanggapinya dengan santai, Peter mengaku bahwa dirinya telah mencapai sejauh ini berkat kerja keras dan ketekunan dirinya. Apa yang ia jalani sudah terbayar oleh pembelajaran dia dalam memulai merintis usahanya. Persaingan pasti ada di mana-mana, namun ciri khaslah yang mampu meminimalisir persaingan tersebut.


2.    ANALISIS INTERNAL - EKSTERNAL
2.1       Karakteristik
            Usaha clothing yang pada awalnya di fokuskan pada memproduksi celana berbahan jeans(denim) pada saat ini sudah melakukan inovasi tambahan dengan memproduksi barang lain,seperti kaos,jaket,tas dll.
            Transaksi dapat dilakukan secara offline dengan langsung mengunjungi store PeterSaysDenim (PSD) yang terletak di Jl. Sidomulyo No. 25, namun bagi pelanggan yang berada diluar kota Bandung dapat memanfaatkan fasilitas belanja online yang disediakan untuk mempermudah transaksi.
            Selling point dari produk PeterSaysDenim: Produk ini sudah mengendorss band-band luar negeri seperti  Silverstein dan Everytime I  Die dan lainnya sehingga meningkatkan nilai jual produk ini di dalam negeri. Dari beberapa konsumen pada awalnya mengaaggap bahwa produk PSD ini adalah produk impor bukan produk lokal dari Bandung.

2.2       Faktor Eksternal dan Internal

1.      Faktor Internal
-          Pemasaran
-          Penjualan
-          Pelayanan
-          Harga
2.      Faktor Eksternal
-          Keamanan
-          Selera Konsumen
-          Brand Image

2. 3      Antisipasi
            Untuk mengatasi persaingan dengan merk dari produk sejenis Peter melakukan inovasi dengan membuat produk yang beda dari yang lainnya. Contohnya pada celana jeans memiliki pola jahitan yang berbeda sesuai dengan musim produksinya,yaitu musim summer dan fall/winter . Pada produk kaos atau jaket inovasi yang dilakukan berupa design gambar dan tulisan yang lebih menarik. Untuk mensiasati barang tiruang (Kw) PSD memberi tag khusus yang menandakan produk tersebut asli. Sehingga konsumen dapat langsung membedakan mana produk yang asli dan mana produk tiruan (Kw).


3.       REVIEW TEORI
3.1    Internal
Teori Penawaran
         Harga barang yang PSD jual naik maka penawaran barang yang dilakukan oleh PSD pun meningkat. Untuk menarik konsumen,PSD melakukan pemasaran atau promo yang lebih besar,sehingga minat konsumen pun menjadi lebih tinggi tanpa terlalu memikirkan kenaikan harga yang terjadi. Sehingga target penjualan tetap dapat tercapai.

3.2       Eksternal
Teori Permintaan
         Selera konsumen yang menjadi target PSD pada awalnya adalah konsumen yang berumur sekitar 15 – 25 tahun yang memiliki ketertarikan terhadap musik dan band – band yang telah diendors oleh PSD itu sendiri. Namun pada perkembangan sekarang ini tidak hanya konsumen yang menjadi target tersebut yang menggunakan produk PSD ini tetapi menjadi semakin meluas kepada konsumen yang lainnya.


5.      Kesimpulan
         PSD ini merupakan produk clothing yang dibentuk untuk bersaing di internasional bukan untuk persaingan dalam negeri. Hal ini dibuktikan dengan PSD lebih fokus dalam mengendors band-band diluar negeri. Sehingga diharapkan para penggemar dari band tersebut akan membeli dan menggunakan produk dari PSD,tujuan lainnya agar para konsumen dalam negeri bangga menggunakan produk yang sudah dapat bersaing diluar negeri.
         Target konsumen pada awal nya adalah yang berumur sekitar 15 – 25 tahun. Namun pada perkembangannya konsumen PSD ini tidak hanya yang berumur 15 – 25 tahun yang menyukai band-band yang diendors oleh PSD tetapi lebih meluas lagi. Hal ini disebabkan Brand image yang tercipta di masyarakat sudah semakin besar.
         Inovasi yang dilakukan PSD berbeda dengan inovasi yang dilakukan oleh produsen yang lainnya. Inovasi yang dilakukan oleh PSD mengikuti movement dari Band atau acara music yang diendors atau disponsori yang sedang terjadi dalam 1-2 bulan, sehingga produk yang ditawarkan menjadi lebih bervariasi lagi. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar